THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
WELCOME TO MY BLOG | LET'S BLACK THE WORLD

Search

Page

22 Des 2010

Bakpia 25 khas Jogja

Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Selain itu pula bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Waktu itu masih diperdagangkan secara eceran dikemas dalam besek tanpa label, peminatnya pun masih sangat terbatas. Proses itu berlanjut hingga mengalami perubahan dengan kemasan kertas karton disertai label tempelan.

Pada tahun 1980 mulai tampil kemasan baru dengan merek dagang sesuai nomor rumah, diikuti munculnya bakpia-bakpia lain dengan merek dagang nomer berlainan. Demikian pesatnya perkembangan "kue oleh-oleh" itu hingga mencapai booming sejak sekitar tahun 1992.

Perkembangan permintaan bakpia sebagai salah satu ikon oleh-oleh Yogyakarta mendorong meningkatnya penawaran. Industri bakpia semakin berkembang dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi di antara para produsen dan penjualnya. Kompetisi tersebut mendorong beberapa produsen untuk menerapkan strategi pemasaran dalam rangka menarik lebih banyak pembeli.

Yang terkenal adalah untuk industri bakpia di Yogyakarta disebut Pathuk. Itu sebabnya kadang-kadang bakpia juga disebutkan sebagai bakpia Pathuk bagi masyarakat setempat. Daerah Pathuk terletak barat dari Malioboro. Sekitar daerah tersebut, terdapat toko-toko yang berbeda merek dan produsen yang menjual bakpia, masing-masing memiliki rasa sendiri makanan. Bakpia Pathok 25, salah satu brand merk makanan ini telah menunjukkan bahwa bakpia sangat digemari tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta, namun juga masyarakat diluar Yogyakarta.

Profil Singkat

Profil : Bakpia Pathuk 25 Yogyakarta

Pemilik : Arlen Sanjaya

Berdiri : 1948

Alamat : Jl. AIP II KS Tubun NG I/504

Telp. (0274) 513904, 566122 Yogyakarta


Sebagai salah satu produsen besar bakpia di Yogyakarta, PT Bakpia Pathok 25 lahir dari perusahaan kecil. Awal lahirnya Bakpia Pathok 25, dimulai dari usaha kecil milik Alm. Tan Aris Nio, seorang janda keturunan yang harus berjuang demi menghidupi anak-anaknya. Meskipun dia bukan orang pertama, yang memproduksi bakpia, karena pada saat itu sudah banyak orang yang juga memproduksinya. Saat itu, Tan Aris Nio hanya membuat kue ini, kemudian dititipkan ke toko-toko. Barangkali ia menyadari, bahwa bakpia bakal menjadi makanan yang digemari banyak orang. Benar saja, kini Bakpia Pathok 25 telah memiliki 5 toko cabang, dan 1 lokasi untuk toko sekaligus produksi. Selain itu, untuk penjualannya banyak orang luar daerah Yogyakarta yang mengambil kue ini untuk kemudian dijual di Magelang, Semarang, dan daerah lainnya. Sertifikat Depkes pun telah diraih pada tahun 1988 dan serifikat halal MUI pada 1998. Mengenai kemasan, jika dulu hanya menggunakan kemasan kotak anyaman bambu (besek), kemudian dikemas dalam kardus putih biasa, kini telah dikemas dalam kardus dengan desain elegan dan higienis.

1 komentar:

Nus Sasmitaningrum mengatakan...

Bakpia 25 merupakan pioner masakan khas Yogyakarta berupa bakpia.
manfaat sabun Black Walet

Posting Komentar

Mampir isi comment